Pages

Showing posts with label Sehat dengan Puasa. Show all posts
Showing posts with label Sehat dengan Puasa. Show all posts

Friday, November 13, 2009

Tetap AKTIF Saat Puasa



Takut lemas atau pusing saat puasa sehingga aktivitas cenderung berkurang? Itu bisa ditanggulangi. Ada baiknya kita ikuti kiat-kiatnya berikut ini


Bulan Ramadhan telah datang! Inilah bulan istimewa yang disebut-sebut sebagai bulan seribu bulan, bulan penuh rahmat dan berkat, bulan keampunan yang ditunggu oleh umat Islam. Lewat puasa diharapkan manusia mensucikan diri, melakukan peleburan jiwa untuk menemukan kembali jati diri. Dengan menahan lapar dan dahaga, kita merasakan bagaimana penderitaan orang-orang yang hanya mampu makan satu kali sehari, misalnya.

Namun, agar ibadah puasa kita berjalan dengan baik, tentulah kita harus menjaga kebugaran fisik. Soalnya, berubahnya jadwal makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali, ada juga dampaknya pada tubuh.
Yang paling mencolok adalah penurunan berat badan yang umumnya bisa sampai 5%, meskipun ada juga yang naik sampai 2%. Penurunan berat badan amat terasa pada dua minggu pertama setelah puasa. "Tapi semua itu masih masuk dalam batas normal bagi orang sehat," jelas Dr. Ir. Ali Khomsan dari GMSK IPB, Bogor.
Penurunan berat badan pada ibu rumah tangga cenderung lebih banyak dibandingkan dengan pria, apalagi menjelang akhir Ramadhan. Kegiatan ibu rumah tangga secara fisik tampaknya semakin bertambah di saat-saat itu, dan itu berarti kebutuhan energi pun meningkat. Namun apabila konsumsi yang masuk dalam tubuh cukup, penurunan berat badan tidak akan terlalu mengganggu.

Atur aktivitas 
Selain itu, menurut sebuah penelitian, tubuh manusia masih dapat bertahan tanpa makan selama dua minggu asalkan tetap minum atau masih bisa hidup selama seminggu tanpa minum, tapi puasa membuat tubuh memakai energi cadangan sebagai ganti pasokan makanan yang biasa dikonsumsi.

Cadangan energi ini berbentuk glikogen (cadangan energi yang berasal dari karbohidrat). Apabila cadangan ini habis, maka akan digunakan cadangan lain dari lemak dan protein.
Memang cadangan energi selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan yang berlangsung kurang lebih 12 jam masih mencukupi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Tetapi, kegiatan selama puasa hendaklah tidak berlebihan.
Hal yang sangat dikhawatirkan jika melakukan kegiatan yang berlebihan adalah menurunnya pasokan cairan tubuh alias dehidrasi. Jika sedang tidak berpuasa, cairan yang hilang dari tubuh bisa langsung diganti. Namun jika sedang berpuasa, cairan tubuh yang kurang itu harus menunggu saat berbuka dulu. Akibatnya, tubuh akan kekurangan air dan ini mengganggu kerja fungsi organ tubuh yang lain.
Maka dari itu dianjurkan agar menjalankan aktivitas yang tidak terlalu banyak mempergunakan tenaga. Kalaupun ingin melakukan aktivitas yang "berat-berat" seperti berolahraga, sebaiknya melakukannya saat menjelang berbuka puasa, kira-kira 1 - 2 jam sebelumnya. Dengan cara itu, begitu tubuh mengeluarkan keringat, kita bisa langsung menggantikannya pada saat berbuka puasa.
"Bisa juga olahraga dilakukan sesudah berbuka puasa, tetapi sebaiknya 2 - 3 jam setelah perut diisi makanan," jelas dr. Elvina Karyadi, M.Sc. yang berkecimpung di Southeast Asian Ministers Of Education Organization & Tropical Medicine Regional Center For Community Nutrition.
Walaupun begitu, tetap bergiat selama puasa asal tidak berlebihan memang sangat dianjurkan. Hal tersebut untuk merangsang keluarnya hormon antiinsulin yang berfungsi melepaskan gula darah dari "gudangnya". Kalau Anda bermalas-malasan selagi berpuasa, atau terlalu banyak tidur, maka tubuh Anda makin kurang energi alias tak bertenaga. Itu semua karena kadar gula dibiarkan menurun secara drastis.
Selain tetap bergiat, mengatur menu saat sahur dan berbuka juga mempunyai peranan yang penting. Soalnya, saat itulah tubuh diisi makanan yang memenuhi syarat gizi agar kebutuhan kalori tercukupi. 

Thursday, November 12, 2009

Diabetes Menu Selama Puasa

Menu Untuk Diabetes Selama Berpuasa



Dalam keadaan berpuasa, melalui proses biokimia yang melibatkan sistem hormon dan saraf, hati melakukan pelepasan cadangan glukosa (gula darah) dan membentuk glukosa baru dari sisa pembakaran di dalam tubuh. Mekanisme ini memungkinkan terjadinya peningkatan kadar gula darah selama berpuasa. Pada saat sahur, sebaiknya pasien diebetes melitus mengonsumsi makanan dalam jumlah normal sarapan.
Pada saat berbuka, porsi dan jenis makanan bisa disamakan dengan jumlah makanan siang atau sedikit lebih banyak. Makanan berbuka ini bisa disantap langsung pada saat berbuka ataupun setelah salat magrib. Sebaiknya tidak makan langsung dalam jumlah terlalu banyak. Usus dan hormon yang telah berhenti bekerja selama 13 jam, jika tiba-tiba bekerja keras, akan menimbulkan rasa sakit.
Puasa tidak akan menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan, sehingga makanlah dengan wajar. Penurunan berat badan yang terjadi hanya sekitar 5-10 persen berat badan awal karena puasa hanya berlangsung selama 1 bulan. Setelah puasa selesai, berat badan bisa kembali ke berat semula.
Waktu sahur yang disarankan adalah pukul 02.00-03.00 WIB, agar sekitar sepuluh menit sebelum imsak, masih ada waktu untuk menikmati kudapan terakhir. Walaupun jadwal makan berubah, porsinya tetap sama. Dalam arti, kebutuhan untuk sehari itu nantinya terpenuhi semua, jadi tidak ada pengurangan.
Penderita DM yang berniat untuk berpuasa, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter dan ahli gizi untuk menentukan menu makanan sehari-hari selama bulan puasa, termasuk jadwal minum obat.
Perubahan jadwal makan dan mengonsumsi obat ini bisa menimbulkan hipoglikemia seperti yang telah dijelaskan sebelunya. Obat-obatan diabetes yang biasanya diminum di pagi hari diubah menjadi waktu berbuka puasa, sedangkan dosis sore dipindahkan pada waktu makan sahur.
Untuk penderita yang gemar melakukan aktivitas olahraga, perlu memperhatikan kapan jadwal boleh berolahraga. Pasalnya, bisa saja olahraga malah memengaruhi kadar gula sewaktu melaksanakan puasa. Alternatif waktu terbaik untuk melakukan olahraga adalah tidak menjelang waktu berbuka, dengan asumsi bahwa kondisi gula darahnya mungkin sudah mendekati ambang di bawah 60 mg/dl. Saat yang paling tepat dan lebih rasional untuk berolahraga adalah sesuai salat tarawih. Jenis olahraga pun sebaiknya dipilih yang ringan-ringan saja. 

Wednesday, November 11, 2009

Food Combaining untuk Sahur dan Buka Puasa

Buka Puasa dan Sahur ala Food Combaining





Berbeda dari pola makan di hari-hari biasa, pada bulan puasa waktu makan berlangsung sejak magrib (pk. 18.00) hingga imsak (pk. 04.00). Saat itu tubuh paling aktif menjalankan fungsi penyerapan zat-zat gizi dan melakukan reparasi sel. Hal ini berpengaruh terhadap pilihan dan ombinasi makanan. Karena dalam sehari kita tidak mungkin mendapatkan sekaligus menu pati dan menu protein (hewani), maka masing-masing disantap bergantian pada hari berbeda. Dengan demikian, tubuh akan mendapatkan, asupan gizi secara lengkap dan mencukupi.
Buka puasa seperti disunahkan Nabi Muhammad S.A.W, kurma dan segelas air putih adalah makanan terbaik untuk berbuka. Gula buah dalam kurma mudah diserap tubuh tanpa mengakibatkan lonjakan kadar gula darah. Pilihan lainnya adalah buah segar dan/atau jus buah segar. Kolak, cendol, es campur, kue lapis, dan kudapan lain yang banyak mengandung gula kurang disarankan, karena gulanya mengakibatkan lonjakan kadar gula darah dan dapat menekan nafsu makan.
Makan malam, menu dipilih selang-seling antara menu pati dan menu protein. Untuk meningkatkan asupan protein, perkaya menu pati dengan kacang-kacangan (kacang merah, kacang hijau, kacang tolo, kedelai) atau hasil olahannya (tempe, tahu, susu kedelai). Dalam menu protein sebaiknya hanya ada satu jenis bahan makanan hewani, agar pencernaan dan penyerapannya lebih efisien. Boleh memanfaatkan lebih dari satu, misalnya ikan dan telur, jika salah satu digunakan hanya sebagai pelengkap dan dalam jumlah terbatas.
Sahur, makanan yang sangat mudah dicerna paling cocok untuk sahur, terutama buah-buahan. Jika merasa masih kurang mantap, boleh ditambah dengan protein mudah dicerna yang mengandung lemak terbatas. Misalnya telur dadar dengan sayuran (omelet) atau yogurt rendah lemak (low fat yoghurt) pilih yang tanpa pemanis maupun pewarna sintetis.

Pilihan menu protein untuk buka puasa
Buka puasa: Es jeruk buah campur
Makan malam:
- Tahu Telur Kecap
- Ikan Masak Kemangi
- Pelengkap: Sayuran mentah. Boleh disantap sebagai salad, lalap, dan/atau jus (yang dibuat dengan juicer). COntoh kol, daun selada, selada air, tomat merah, mentimun, kemangi, seledri stik, kacang panjang.


Pilihan menu pati untuk makan malam
Buka puasa: Jus jeruk segar atau jus buah lainnya
Makan malam:
- Nasi beras merah
- Tumis Brokoli Saus Jeruk
- Tempe Bumbu Bali
- Tahu Sutera Kuah Jahe


Pilihan menu sahur
- Lassi Mangga

- Kacang-kacangan panggang, misalnya almon, kacang mete, walnut, brazil nut, pistachio

Tuesday, November 10, 2009

Puasa untuk Kesehatan

Hikmah Puasa Bagi Kesehatan


Kesehatan merupakan nikmat yang tidak dapat dinilai dengan harta benda. Untuk menjaga kesehatan, tubuh perlu diberikan kesempatan untuk istirahat. Puasa, yang mensyaratkan pelakunya untuk tidak makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani pelakunya.
Puasa dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Makanan yang berlebihan gizi belum tentu baik untuk kesehatan seseorang. Kelebihan gizi atau overnutrisi mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes mellitus), dan lain-lain.

Pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek kesehatan, diantaranya yaitu :
• Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan,
Pada hari-hari ketika tidak sedang berpuasa, alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras, oleh karena itu sudah sepantasnya alat pencernaan diberi istirahat.
• Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Dengan puasa, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan karsinogen dan mengeluarkannya dari dalam tubuh. 
• Menambah jumlah sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk menangkal serangan penyakit sehingga dengan penambahan sel darah putih secara otomatis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
• Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh,
• Memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh, 
• Meningkatkan fungsi organ tubuh

Disunahkan agar berbuka puasa diawali dengan makan buah kurma, atau dengan buah-buahan dan minuman yang manis seperti madu. Ajaran ini mengandung makna kesehatan karena buah-buahan dan minuman yang manis merupakan bahan bakar siap pakai yang dapat segera diserap oleh tubuh untuk memulihkan tenaga setelah seharian tubuh tidak disuplai oleh makanan dan minuman. Glukosa yang terkandung di dalam buah-buahan dan minuman yang manis merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh. Glukosa efektif dibutuhkan ketika tubuh memerlukan masukan energi yang diperlukannya.
Anjuran sahur bukan semata-mata untuk mendapatkan tenaga yang prima selama menunaikan ibadah puasa, melainkan juga mengandung makna bahwa puasa perlu persiapan agar selama berpuasa produktivitas kerja dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu.

Pada waktu buka puasa dan sahur suplai gizi perlu diusahakan memenuhi unsur-unsur yang dibutuhkan tubuh, meliputi enam jenis zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Pentingnya keseimbangan gizi sering kurang disadari karena hasilnya tidak terlihat langsung. Seseorang yang kekurangan zat gizi tertentu sama bahayanya dengan mereka yang kelebihan gizi tertentu. Makan yang seimbang baik dalam porsi maupun gizi akan mempengaruhi susunan saraf pusat dan kondisi biokimia tubuh. Makan yang seimbang adalah makan yang tidak kekurangan tetapi juga tidak berlebihan, yang disesuaikan dengan usia, kualitas dan kuantitas gerak serta kondisi tubuh.
Pada beberapa orang, pada saat puasa mempunyai keluhan seperti merasa lemas dan lesu atau stamina menurun, juga gangguan pencernaan seperti perut kembung dan gangguan lambung. Beberapa bahan pangan tertentu seperti madu, jahe, kencur, temu lawak, dan bahan-bahan lainnya dapat digunakan untuk mengatasi stamina menurun, kembung, dan gangguan lambung pada saat puasa.

Berikut beberapa bahan alami yang dapat digunakan agar puasa tetap fit dan segar.

1.MADU
Khasiat : meningkatkan stamina serta mempertahankan stabilitias tubuh agar tetap sehat dan bugar, melancarkan proses metabolisme, untuk kecantikan dan awet muda, mencegah gangguan pencernaan, dan lain-lain


2.KURMA
Khasiat : meningkatkan stamina dan energi, mencegah & mengatasi anemia (kurang darah), melancarkan pembuangan, sebagai penenang (merileksasi sel otot tubuh yang tegang), mencegah pendarahan rahim.


3.JAHE (Zingiber officinale Rosc.)
Khasiat : meningkatkan stamina, mengatasi perut kembung, masuk angin, mual, muntah, sakit kepala, pusing, demam, dan lain-lain


4.TEMU LAWAK (Curcuma xanthorrhiza)
Khasiat : kolesterol tinggi, meningkatkan stamina tubuh/tonikum, kurang darah, radang lambung/maag, perut kembung, dan lain-lain.


5.KENCUR (Kaempferia galanga)
Khasiat : meningkatkan stamina tubuh, menghilangkan bau mulut, radang lambung, kembung, mual, muntah, masuk angin, dan lain-lain.


6.Ubi Jalar Merah (Ipomoea batatas)
Khasiat : perut kembung, peluruh kentut, masuk angin, gangguan lambung


7.KUNYIT (Curcuma domestica Val.) 
Khasiat /efek ; radang lambung, memperlancar pengeluaran empedu sehingga mengurangi perut kembung, mual, dan rasa begah di perut.


8.KAPULAGA (Amomum cardamomum) 
Khasiat : untuk radang lambung, mual, muntah-muntah, perut sebah dan kembung.


9.Kayu Manis (Cinnamomum burmanii)
Khasiat : untuk radang lambung, mual, muntah-muntah, perut sebah dan kembung.